Oleh: donnyyordan | Desember 31, 2009

belajar dari bejo

Di milis ada link yg bahas soal temen sma saia, panggilannya sih kalo d sekolah bejo, yuk kita simak🙂

Pembawaannya kalem, tenang, meyakinkan. Pas dengan imejnya sebagai mahasiswa jurusan science. Akan tetapi siapa yang sangka kalau cowok kelahiran 9 November 1985 di Solo ini ketika kecilnya bercita-cita ingin jadi tentara?

Dia adalah Reza Aryaditya Setyagraha, yang akrab dengan sapaan Reza, tamu Nida bulan ini. “Waktu kecil saya ingin jadi tentara, karena kagum dengan cerita-cerita tentang kakek, seorang prajurit yang besar di medan pertempuran.

Walaupun seumur hidup saya belum pernah ketemu kakek, tapi cerita-cerita tentang keberanian dan jasa beliau terus saya dengar dari orang-orang di sekitar saya.” Papar Reza mengenai impian masa kecilnya.”Kalau sekarang, saya ingin membangun sekolah, dari TK sampai sekolah untuk pendidikan tinggi.

Salah satu amal yang tidak akan putus saat kita mati adalah ilmu yang bermanfaat. Menyampaikan ilmu dapat dicapai dengan pendidikan. Lalu menurut saya, pendidikan tidak hanya tentang penyampaian ilmu, tetapi juga tentang pembentukan kepribadian.

Oleh karena itu, dengan mendirikan sekolah saya harap saya akan bisa menyampaikan ilmu, juga mendidik generasi yang berkepribadian Islami.” Subhanallah…cepat tercapai ya!

Reza yang punya hobi fotografi dan panjat gunung ini pernah menyabet khusus dalam kontes programmingse-Jepang tingkat college of technology, kategori bebas, tahun 2007. “Sebenernya itu bukan penghargaan utama. tapi aku cukup senang. Kontesnya tahunan. aku ikut bareng 3 temenku, jadi lombanya per tim, bukan individu.

Kami membuat sistem untuk mendeteksi gangguan dalam tidur yang disebut “apnea tidur”. Orang yang menderita ini sering tidak sadar, meskipun setelah bangun. gejalanya adalah kesulitan bernafas berulang kali saat tidur. Sistem yang kami buat adalah mendeteksi gangguan itu dengan menganalisa video dan suara pasien di saat tidur. Walau bukan penghargaan utama, tapi yang membuatku bangga adalah kalau mau berusaha, pemuda Indonesia tidak kalah dengan orang-orang jepang.” Tul… betul! Nida setuju banget, sudah banyak buktinya toh.

Selain penghargaan di bidang programming, Reza juga pernah 1 lomba pidato Bahasa Jepang di Komawaza University, tepatnya pada tahun 2006. Wow! “Bagi saya, menguasai bahasa asing sangat penting. Terutama untuk menyerap ilmu dan memahami budaya bangsa tersebut.” Kalau diberi kesempatan menguasai 5 bahasa dunia, kamu akan memilih untuk menguasai bahasa apa saja, Za? “Bahasa Arab, agar bisa benar-benar memahami Alquran. Bahasa Inggris, karena pada saat ini Bahasa Inggris yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dunia. Bahasa Cina, karena beberapa tahun lagi Cina diprediksi menjadi salah satu pemimpin ekonomi dunia. Bahasa Jepang dan Jerman, agar lebih mudah menyerap ilmu dari ilmuwan kedua negara itu.” Tapi bahasa Inggris dan Jepang sekarang udah gape kan!

Ditanya tentang jenis buku yang senang dibaca dan penulis favoritnya, Reza mengaku suka membaca apa saja. “Saya membaca bermacam-macam buku. Dari buku kumpulan puisi hingga buku tentang teknologi. Dari buku-buku yang telah saya baca, salah satu penulis yang berkesan bagi saya adalah Habiburrahman El Shirazy, karena beliau bisa menyelipkan dakwah di sebuah novel yang sangat menyenangkan untuk dibaca,” ungkapnya. Reza menyayangkan minat baca generasi muda Indonesia yang masih kurang. “Dibandingkan di tempat saya sekarang, sepertinya masih sedikit remaja Indonesia yang mengahabiskan waktunya untuk membaca.

Membaca masih belum menjadi kebiasaan dalam hidup.” Kalau diberi kemampuan untuk menulis buku, kamu akan menulis buku seperti apa? Apakah buku tentang teknologi? Tentang bahasa? Atau jangan-jangan buku tentang perjuangan? “Kesukaan saya adalah buku yang bisa memacu semangat dan memotivasi diri. Saya juga suka membaca buku pengembangan diri. Jadi, kalau diberi kesempatan menulis buku, saya akan membuat yang bisa mengembangkan diri, mengeluarkan semua potensi diri si pembaca.” Oke deh, Reza… terus cetak prestasi dan berkarya ya! [Syamsa]

BIODATA SINGKAT

Nama : Reza Aryaditya Setyagraha Nama panggilan : Reza TTL : Solo, 9 November 1985

Pendidikan : · TK Marsudirini Solo · SD Marsudirini Solo (sampai kelas 2 SD) · SD Harapan Jaya I Bekasi · SMP Negeri 5 Bekasi · SMA Negeri I Bekasi (lulusan 2004) · Teknik Elektro ITB (2004-2005, 1 semester) · Tokyo Japanese Language Center (2005-2006) · Tomakomai National College of Technology, jurusan Computer Science and Technology(2006-2009) · Tokyo Institute of Technology, jurusan Computer Science (2009-sekarang)

Status : Mahasiswa S1

Prestasi: · Penghargaan khusus dalam kontes programming se-Jepang tingkat college of technology, kategori bebas, tahun 2007 · Juara 1 lomba pidato Bahasa Jepang di Komawaza University, tahun 2006 · Murid teladan Bekasi · Juara 1 Olimpiade Fisika Bekasi tahun 2002 dan 2003 · Peserta Olimpiade Fisika Nasional 2002 · Juara I lomba cepat tepat UNJ tingkat SMA · Juara II lomba cepat tepat Al-Azhar tingkat SMA se-Bekasi · Juara I lomba Matematika se-bekasi tingkat SMP · dan lain-lain

Motto : Hari ini harus lebih baik dari kemarin.

sumber

Oleh: donnyyordan | Juli 8, 2009

Surat Suara di Bakar, kok?

Di sebuah daerah yang masih cakupan daerah Samarinda di Kalimantan sana, ada kisah yang membuat kita senyum kecut

Politik uang bukan barang baru, juga manipulasi formulir C-1 juga sudah banyak…

Nah kalo yang ini?

“Laporan panwas ada 4 lembar surat suara dibakar oleh tim sukses Partai
Patriot di TPS Kecamatan Samarinda Seberang,” ujar anggota Bawaslu Wirdyaningsih, kepada wartawan saat konferensi pers di Media Center Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2009).

Lha, kok partai Patriot?

Dukung mana nih partai?

Bukti ketidak dewasaan berpolitik nih namanya.

Pesan buat kita yang baca, jangan suka bawa-bawa korek kalo mau nyontreng, nanti buat bakar surat suara lagi

🙂

Oleh: donnyyordan | Juni 18, 2009

Jembatan Kereta (Bukan untuk Manusia)

siang itu, pulang sekolah seperti biasanya…
tak ada yang istimewa

yordan pulang bersama teman-teman naik angkot 04b ke arah proyek
untuk pulang, yordan harus berjalan cukup jauh dari proyek
ke arah stasiun bekasi

biasanya sih, kalo pulang lewat pinggir jalan sepanjang ruko-ruko di daerah proyek
lumayan jauh, apalagi siang-siang gitu
mau beli minum, nggak ada uang
uang jajan dah habis duluan di sekolah

sekolah yordan di SMP 3 bekasi, di JL. KH Agus Salim 75
sekolah itu punya nama gaoel lho, khasoes 75
dulu, jaman banget tawuran

alhamdulillah, sebandel-bandelnya yordan,
ga pernah sampe tawuran

paling salah satunya adalah nyebrang jembatan
tapi bukan jembatan manusia
ngerti ga wat te maksudnya?

ya, jembatan kereta
tau sendiri kalo jembatan kereta tentu nggak akan compatible buat manusia
ruasnya ya bolong-bolong khas rel kereta
bukan rel manusia

sayang sih, saia bukan raditya dika
jadi kalo cerita ya datar-datar aja
ga bisa kocak kek blog dia di kambingjantan

back to topic
temen yordan, sebut saja Oknum1 ngaka yordan dan temennya yang lain sebut
saja oknum2
buat nyeberang lewat jembatan kereta

bodohnya, yordan ayuuuk aja lagi
padahal belum pernah
Oknum1 dan Oknum2 sih sering banget

motong jalan katanya
emang sih kalo lewat jalan manusia pa lagi jalan kaki, emang jauh
kalo lewat jalan kereta tuh lebih deket
dikit…ya dikit

“ntar kalo di tengah-tengah ada kereta lewat gimana?”tanya yordan pada Oknum1
“kita minggir dulu, di situ kalo ga di situ, terus di situ”jawab Oknum1

cerdas juga nih anak kalo soal ginian
tapi kalo di kelas kok cerdasnya udah keabisan ya???
(pertanyaan bodoh)

ya kali itu yordan lewat jembatan kereta, menantang bahaya untuk pertama kalinya
saat kelas 1 smp
kacaw…..

yordan di minta jalan paling dulu, supaya Oknum1 dan Oknum2 bisa ngawasi

horor banget deh pemandangannya…
sepanjang jembatan
fokusnya cuma dua
liatin kayu untuk pijakan kai itu
sama pendengaran buat jaga-jaga kalo ada kereta mau lewat

tiba-tiba bunyi klakson kereta, tanda-tanda mau kiamat nih
“Ya Allah, saia masihkecil nih, belom nikah lagi, masak udah mau mati si Allah” gumam yordan

“tenang, ga perlu minggir, itu lewat rel seberang kok” teriak Oknum1
“tapi, kita jangan jalan dulu, berhenti, ntar kena angin keretanya lho kalo jalan” tambah Oknum2

he he he…
ampun deh, kapok
ga lagi-lagi lewat rel Kereta,
orang sih lewat jalan orang aja alah…

Pesan Moral 1: Jangan suka ikut-ikutan bukan orang (nah lho)
Pesan Moral 2: Cerita ini nyata, namun saia tudak menyarankan anda untuk mencobanya
karena, ga lama setelah peristiwa konyol itu, teman kami sesekolah dan seangkatan, meninggal di tabrak kereta di jembatan itu…
Tapi bukan Oknum1 atau Oknum2 sih, mereka masih sehat2 aja kenya, dah lama g ketemu

Oleh: donnyyordan | Mei 22, 2009

revolusi DVD segera kalahkan hard disk

mantab sekali mendengarnya bahwa akan ada revolusi di dunia DVD,
dimana sebuah DVD mampu merekam data 10.000 kali lebih banyak di bandingkan dengan
DVD konvesional.
Luar biasa bukan?
Tunggu saja 5 tahun lagi, sabar ya…
Profesor Min Gu, yang memimpin penelitian itu di Melbourne Australia mengatakan disk itu bisa berisi 200.000 film. “Materi dengan struktur nano dapat dipasangkan ke disk untuk meningkatkan kapasitas data tanpa perlu meningkatkan ukuran,” katanya.
Saat ini DVD dapat menyimpan 8.5 gigabyte data cukup untuk sebuah film panjang, fitur tambahan, serta soundtrack. Sedangkan disk Blu-ray yang didesain untuk menggantikan DVD bisa menyimpan 50GB. Sementara ultra-DVD bisa menyimpan 10 terabyte atau 10.000 GB.

Sumber inspirasi,
Kaskus
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1948109
Inilah.com
http://inilah.com/berita/teknologi/2009/05/21/108963/sebentar-lagi-dvd-akan-berisi-200-film/

Oleh: donnyyordan | April 28, 2009

icon

animated_favicon1ngetes aja nih

animated icon saia buat blogspot

Oleh: donnyyordan | Maret 4, 2009

seni kehidupan

Hidup adalah seni
Salah satu tantangannya adalah seni mengelola keterbatasan

Dahulu, ketika kita duduk di bangku sekolah seringkali kita mempunyai keterbatasan dalam mempelajari sesuatu
Saya yang lebih menyukai hal-hal yang berbau seni, mengalami kesulitan dalam mempelajari Fisika
Namun, bukan dengan hanya duduk berpangku tangan saja yang harus kita lakukan
Melainkan belajar lebih kersa dari orang pada umumnya

Dalam kehidupan, tentu kita mempunyai keterbatasan
Karena itu lah hakekat manusia di ciptakan ke dunia
Orang di sekitar kita pun mempunyai keterbatasan
Istri, ayah, ibu, adik, kawan, tetangga, dan masyarkat di sekitar kita

Namun, bukan berarti kita meninggalkan mereka
Seni kehidupan itu lah yang harus kita mainkan dengan baik
Bagaimana kita memahami kekurangan orang di sekitar kita
Lalu berusaha memperbaikinya
Bukan malah meniggalkannya

Orang yang sukses dalam masyarakat adalah orang yang berhasil menerapkan seni kehidupan
Berhasil memperbaiki kekurangan diri, berhasil memahami kekurangan orang lain dan berhasil pula merubah kekurangan orang lain menjadi lebih baik

Oleh: donnyyordan | Februari 17, 2009

ia benci ikhwah

3 hari kemarin saya memang jauh dari internet sabtu penuh perjuangan yang di tempuh dengan perjalanan PP naik motor selama total 5 jam ke sebuah tempat yang tentu saja jauh (ya iya lah jauh) ahad jadi seperti mahasiswa lagi, ngawas TRY OUT USM

senin dah di perbolehkan naik motor dari rumah buat ke kantor, setelah sepekan sebelumnya ngungsi di rumah pakde di rawamangun, seharian ke mangga dua buat betulin laptop kantor yang rusak, naik motor pula ke sana selasa, mulai santai, setelah malamnya tidur cukup, saya bisa bangun lumayan pagi untuk memenuhi relung2 hati berduaan dengan-Nya, terima kasih ya Allah atas segala nikmat-Mu dikantor pagi2 coba cek email, buka MP, dan cek thread fav-ku di kaskus betapa herannya saya, kok thread saya mendadak tegang begitu, kalo ga di bilang panas ada pendatang baru yang mencoba menjelek-jelekkan Tarbiyah dan PKS

Subhanallah, bahasanya santun sekali (tentu saja ini sebua majas)….penuh kebencian sontak thread yang saya buat untuk pendukung PKS dan ust Hidayat Nur Wahid, berubah jadi perang kata2 seorang fulan mencoba mengeluarkan unek2nya yang panjang sekali di thread saya (kenapa harus di sini sih?) $%$%&%&%* berisi tentang pengalamannya terhadap tarbiyah, beliau mantan binaan ust salim segaff (bisa jadi generasi awalun), kebencian2 fulan terhadap PKS begitu nyata

tak ingin thread saya di ganggu dengan provokasinya lagi, saya mencoba tabayun dengan beliau dengan mengirim Privat Message apa jawabannya? “saya tidak membenci orangnya…yang saya benci dan anti adalah pemikiran dan perbuatannya…orang bisa berubah…. Komentar anda, mengingatkan saya dulu waktu Tarbiyah yang telah mengajarkan saya membenci kafir…….salah bro……………!!!!!!!! Itulah yang saya rasakan dan akhirnya setelah keluar tarbiyah begitu luas Islam itu…….” saya heran, kenapa salah kita membenci kafir, semisal Yahudi? lantas dunia luas macam apakah yang fulan maksud? dunia luas dengan bersekutu dengan kafir Yahudi-kah?

Subhanallah, saya masih meyakini bahwa Yahudi-lah musuh kita, musuh umat Islam seperti yang di gambarkan di hari akhir nanti, umat Islam akan berperang dengan Yahudi, bukan saudaranya sendiri lalu Islam yang luas macam apa? yang begitu membenci saudaranya sendiri, yang kebencian kita terhadap kaum kafir di anggap salah.

Oleh: donnyyordan | Februari 11, 2009

motor addict

gimana ya rasanya hidup tanpa motor?
barangkali berlebihan banget

tapi memang begitu
saya sangat bergantung sama benda yang namanya motor
terima kasih ya buat penemu sepeda motor,, entah si honda ato siapa
yang jelas motor saya yamaha

rumah di bekasi dan kantor di jakarta pramuka membuat saya semakin tidak punya pilihan
selain naik motor

ada sih bis patas 63 dari tol barat
tapi ya macet
ada sih kereta dari stasiun sampe jatinegara, kramat atau manggarai
tapi ya lebih ribet lagi

dengan naik motor
perjalanan memakan waktu kurang dari 1 jam saja
dengan jarak tempuh kurang lebih 25 km
lewat jalur alternatif yaitu kranji, bintara, sta cakung, pondok kopi, kawasan industri
sedangkan lewat jalur utama yaitu jalur jalan raya pulo gadung adalah jaminan macet
walau jarak tempuh lebih dekat 5 km

naik kereta, tempo hari tak coba
berangkat jam 6 kurang
eh, sampe kantor hampir jam 8
kan telat tuh, mana naek ekspress lagi plus bajaj
boros abis

hidup jadi orang sub urban memang penuh perjuangan
makanya, buat temen2 yang nge kos deket kantor atopun ngontrak di deket kantor
kalian harus banyak2 bersyukur
banyak waktu yg bisa di manfaatkan
dan tenaga untuk sesuatu yang positif

Oleh: donnyyordan | Februari 10, 2009

Nikmatnya berbagi…

sudah lebih dari sebulan berlalu, tapi kok baru sekarang ya sempet buat nulis pengalaman jadi panitia Sunduq…

Berawal dari ajakan kawan untuk jadi panitia Sunduq KNRP tanggal 2 Januari 09 kemarin saat masa PKS turun ke jalan untuk memberi dukungan bagi Palestina, saya diminta untuk mencari orang sebanyak-banyaknya untuk jadi relawan Sunduq KNRP, terutama yang Ikhwan, masih kurang banyak, kalo akhwatnya udah banyak bener, malah waktu pembagian tim ada yang ikhwannya cuma 13 orang, akwatnya 50 orang…gubrak, timpang banget ya

Mulailah saya mengajak kawan-kawan liqo untuk ikut, alhamdulillah 3 dari 5 orang bersedia
Yang 2 yang tidak bisa karena alasan keluarga, yang satu masih di kampungnya, tasik dan yang satu masih Honey Moon, jadi mau berangkat berdua aja naik motor katanya ^ ^

Tambah dua orang lagi dari teman se-kampus, dua mantan ketua IMMA berhasil di hasut dan di jerumuskan…

Jadi kita ber-enam waktu itu berkumpul di monas yang dekat Indosat, yah soalnya KNRP kumpul di sana sih

Tim Sunduq dibagi menjadi beberapa titik, di Bundaran HI, di depan gedung BI, di depan Kementerian ESDM, dan di depan kedubes AS.
Alhamdulillah saya dapat yang dekat, di depan Kementerian ESDM, nggak jauh dari tempat kumpul semula dan parkiran motor.

Sebelum acara mulai, kita sholat Jum’at di masjid BI, (sudah lama nggak sholat di sini, senangnya). Entah kenapa, saya selalu nyaman sholat di Masjid BI.

Saat acara berlangsung…Subhanallah, banyak banget ya orang yang datang.
Yang paling berkesan adalah saat melihat para Jundi2 Allah dari PKS ini dengan ringannya memberikan sumbangan kepada tim Sunduq.
Ini sebenarnya nikmat terbesar menjadi sukarelawan Sunduq, saat melihat hamba2 Allah itu mengulurkan tangan membantu saudaranya di Palestina sana.
tak tanggung2 ada yang segepok-segepok, ada yang kasih perhiasan, ada pula yang sambil lari2 bawa segepok uang Dollar buat dibagiin ke Tim Sunduq…
Bahkan ada yang mau kasih anaknya buat berjuang disana… ^ ^ ini sih becanda kali ya…
Barakallah, semoga bagi yang menyumbang mendapatkan balasan yang lebih dahsyat dari Allah dan tak putus2nya menerima Rizki-Nya

Jadi malu nih, kayaknya sedekah yang udah kita berikan, nggak ada apa2nya di banding mereka…

Yuk sedekah lagi yang banyak!

Oleh: donnyyordan | Februari 5, 2009

andai aku

di Indonesia aku bisa dengan mudahnya nge-blog, jalan2, maupun berda’wah…

tapi, bagaimana dengan saudara kita di palestina sana?

Hidup yang simple, tapi justru itu seharusnya hidup

Ketika mereka berada di gorong2 rahasia, mereka terus membasahi bibir dengan kalimat2 Allah

yang sebagian besar telah mereka hapal

Makan hanya sebatas kurma dan air

What a simple live!

tak ada internet, tak tau berita di TV, tak memainkan blackbarry

Tak peduli ke Mall

tapi, mereka menjalani rutinitas mulia….

merayap di kegelapan, menunggu komando untuk melawan musuh yang paling ganas

Israel!

Betapa besar kedudukan mereka di sisi Allah kelak,

sedangkan aku?

Belajar saja segan, menghafal saja malas, mentaati ta’limat saja ogah2an

Dimana kedudukanku di sisi Allah dibanding mereka?

Ya Rabb, ampunilah hambamu

Ya Rahman, beri hamba kesempatan untuk menggunakan waktu-Mu

Older Posts »

Kategori